Berbicara Ringan tentang Cinta
Berbicara Ringan Tentang Cinta
Oleh : Apolonaris S.B.O. Muda
Gagasan
Cinta menurut Leonardo adalah, “Life Without Love Is No Life at All”.
Kalau hidup tidak memiliki unsur cinta maka kita tidak sedang hidup. Sebab
unsur yang paling berharga, Fasilitas yang paling mewah dari Tuhan kepada
manusia adalah Cinta (Hanya manusia). Ketika tidak ada cinta hidup kita hanya
di isi pamrih-pamrih, kepentingan-kepentingan, egoisme-egoisme yang menjadi
sumber konfik dalam kehidupan.
Meski
begitu menurut Leonardo, “Semakin dalamnya rasa cinta maka akan semakin
besar rasa sakitnya”. Sakit itu bukan selamanya tentang “Putus Cinta”.
Meskipun tidak putus, karena cinta adalah perjuangan dan pengorbanan maka yang
pertama di korbankan adalah “Ego”. Mengorbankan ego itu sakit, karena
kita mau A,B,C tetapi karena ada dia (Yang di cintai) maka kita harus D,E,F.
Tetapi sakitnya Cinta itu nikmat, tentunya hanya akan di rasakan oleh
orang-orang yang mencintai.
“Tidak
ada yang bisa dicintai atau dibenci sebelum di mengerti”. Seseorang tidak
punya hak untuk mencintai atau membenci sesuatu kalau ia belum memiliki
pengetahuan tentang cinta. Kalau pengetahuan tentang cinta hanya sedikit, maka
cintanya juga hanya sedikit bahkan mungkin itu bukan cinta.
Leonardo
juga mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang”. Kenal bukan sekedar tahu
namanya atau tahu alamatnya tetapi paham ihwal (Segala sifat dan keadaan
pribadi) orang yang di cintai. Maka Erick Fromm mengatakan, “Salah satu
komponen cinta adalah Knowledge (Pengetahuan)”. Artinya kita harus punya
pengetahuan dan mengejar pengetahuan tentang yang di cintai. Semakin kita tahu
dan sadar tentang yang kita cintai, biasanya cinta ini akan semakin besar.
Kalau tidak demikian maka itu bukan cinta.
Kalau
pada awalnya kita merasa mencintai, namun semakin mengenalnya berubah menjadi
tidak cinta maka itu bukan cinta, sebab masih ada negosiasi atau masih
bersyarat. “Aku cinta kamu kalau kamu A,B,C sekarang terbongkar kalau kamu
D,E,F jadinya tidak cinta lagi”. Berarti itu bukan cinta tapi kita sedang
berdagang. Masih kalkulasi untung-rugi.
Maka
Fahrudin Faiz mengatakan, “Orang yang jatuh cinta tanpa ilmu, sama dengan
pelaut masuk lautan tanpa kompas. Maka kita harus belajar jatuh cinta dengan
cara yang baik”.
(Goresan
Sementara)

Komentar
Posting Komentar