Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

Ibuku Seorang Pembohong

Gambar
IBUKU SEORANG PEMBOHONG Oleh : Apolonaris S.B.O. Muda, @rizmuda Nama aku Tari. Aku berusia 14 tahun dan sekarang aku duduk di kelas 8. Aku berasal dari keluarga sederhana, boleh dibilang aku dari keluarga berkekurangan, padahal ayahku bekerja sebagai seorang guru. Sedangkan ibuku seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan di kantin yang berada di sekolah tempat ayahku bekerja. Aku anak paling bungsu. Aku punya dua orang kakak, kak Sandy dan kak Lia. Kedua kakakku sedang menepuh pendidikan di tanah Jawa sebagai mahasiswa, sehingga aku hidup bertiga dengan ibu dan ayah di rumah. Ibuku adalah seorang wanita yang berwatak keras dan penuh semangat. Aku tidak begitu senang dengan ibuku, karena aku selalu di marahi. Uang jajanku tidak sebanyak teman-teman di sekolahku. Bahkan baju seragam dan sepatuku, bekas seragam dan sepatu yang pernah di pakai kak Lia waktu masih SMP. Saat aku meminta dibelikan baju seragam yang baru, ibuku selalu memarahiku dan mengatakan baju seragam kak ...

Mungkin Akan Ku Namai Risno

Gambar
  MUNGKIN AKAN KUNAMAI RISNO Oleh : Apolonaris S.B.O. Muda Rindu adalah ungkapan cinta yang mucul dari hati, yang kemudian menggunakan akal untuk memikirkan cara bertemu dan pada akhirnya, mata menjadi sang penentu lahirnya senyuman kebahagiaan karena telah menemukan apa yang kita rindukan. Kerinduan paling menyesakkan dada adalah ketika kita merindukan, namun akan mustahil betemu dengan cara apapun. Itulah yang aku rasakan ketika sahabatku sejak kecil meninggal dunia pada Tahun 2018 silam. Kami pertama kali bertemu saat masuk SMP di pulau Sumba pada Tahun 2009. Anak laki-laki tampan itu bernama Risno, dengan pribadi yang ceria dan gemar bercanda, sama dengan diriku. Sama-sama berasal dari daratan Flores, namun kami berbeda alasan berada di tanah sumba. Aku mengikuti ayahku yang tugas di Sumba sebagai seorang guru, sedangkan Risno ke sumba mengikuti adik ibunya agar ia bisa bersekolah. Sebab, keadaan ekonomi orang tuanya membuat Risno hampir saja tidak mendapatkan haknya untu...

SURAT TERBUKA KEPADA SI PENGUASA

Gambar
                                                                                                           TEMA : ANTI KORUPSI                             SURAT TERBUKA KEPADA SI PENGUASA Suara lantang sang pemimpin berorasi dengan gagah   Melantunkan nama Tuhan, mengikrar janji perjuangan Ia berdiri di atas panggung dan ribuan bola mata menyorotnya dengan tajam Sembari mengucap sumpah setianya, Ia meneteskan air mata kebanggaan Jutaan manusia menjadikannya kesatria harapan bangsa dengan secercah cita-cita Wahai sang orator, kau tatap wajah sayu s...

Kemesraan berbingkai Pengorbanan

Gambar
  AYAT CINTA   Menanti fajar bernubuat cahaya mentari yang terang melantangkan doa mengistimewakan kisah manis Berangkat dari sebuah impian menghisap ikatan pernikahan mengabdikan ratib dan konfrontasi demi sebuah mahligai   Cinta adalah anugerah terindah dan sangat tidak biasa Merupakan kenikmatan yang tak mampu di wakili kata-kata Di kala gerombolan orang melabeli sebagai pengorbanan yang pelik Di saat itu pula sang penikmat cinta merasakan kedamaian hatinya.   Baginya, rela berkorban adalah sebuah anugerah yang istimewa Yang tidak semua insan manusia mampu menghadirkannya Dengan sajak dan rima puisi ini, semesta bertitah manis Sang Pelukis, melukislah walau karyamu senantiasa akan diabaikan.   Senin, 12 Desember 2022 Apolonaris S.B.O. Muda (Goresan Sementara)

Lentera Bangsa

Gambar
  PAHLAWAN Dentuman peluruh menggerumuh di alam jagat Ia merangkak tersungkur sujud bertikar bumi kelahiran Tidak berdaya menegak leher dan bola mata menyorot Ternyata timah panas terbelakang menutup serangannya Tuk bersiap siaga dari dentam bedil pelindung detakan jantung   Bagai si macan tua kehausan sepotong daging berdarah Seribu satu perlawanan kocak beradu aksi mengganas Pandangan mata memerah biji saga ingin menyergap Menatap musuh pergi perlahan meninggalkan kotanya Dari bau mortir berasap dan jerit tangis di setiap sudut kota   Ia tak gentar dan terus merangkak menuju gerbang kota Menyusuri lorong-lorong kecil berdarah yang dicintainya Ia pantang menyerah dalam jiwa patriotik demi harkatnya Berorasi mempertaruhkan jiwa raga demi tanah moyangnya Tuk berkata baik dalam mempertahankan tanah tumpah darahnya   Darah patriotik itu berkorban menyambut peluruh membundar di dalamnya Maupun menghadangnya di perjalanan menggapai ...

Sepenggal Kisah Ratapan Dalam Pengharapan

Gambar
  SEPENGGAL KISAH RATAPAN DALAM PENGHARAPAN Berkat Tuhan begitu luar biasa. Namun hidup kadang membuatku merasa tak berarti. Terlebih kisah cintaku yang terombang-ambing oleh perbedaan pandangan seiring umur bertambah. Nama aku Guges Bravo Muda, aku seorang yang sangat menghormati kehadiran cinta. Bagiku itu adalah sesuatu yang sangat sulit tumbuh di dalam hati nurani manusia. Suara gemuruh hujan menguasai hiruk pikuk kota, menyelimuti bumi dari panas terik matahari. Sebagian orang menikmati hujan dengan menelusuri setiap titik jatuhnya air, sebagian orang menikmati hujan dengan menatapnya sambil meneguk segelas kopi. Suasana asrama di Sekolah Tinggi Perikanan siang itu begitu tenang. Beberapa rekan-rekanku memanfaatkan suasana itu untuk beristirahat di kasurnya,   dan sebagian membaca buku. Beberapa jam lalu, seorang rekanku bernama Septian menghampiriku dan menyampaikan pesan, bahwa salah satu teman kami kedapatan merokok di pos jaga oleh seorang Pembina Taruna. Hal in...